نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnayni sunnatan lillāhi ta'ālā.
RUKHSAH FIKIH: Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di malam hari, atau DI PAGI/SIANG HARI sebelum tergelincir matahari (waktu Zuhur), dengan SYARAT sejak Subuh ia belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.