Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Pernahkah kita melakukan sebuah kesalahan kecil, lalu awalnya hati kita merasa sangat bersalah, namun karena terus diulang-ulang, lama-lama kesalahan itu terasa biasa saja?
Hati-hati, itulah jebakan maksiat yang paling halus. Dalam salah satu kajiannya, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) memberikan peringatan keras tentang sifat dosa yang bagaikan magnet; satu dosa kecil bisa menarik kita pada dosa-dosa besar lainnya jika tidak segera dihentikan.
Bagaimana prosesnya hingga seseorang bisa terjerumus ke dalam dosa besar? Mari kita renungkan nasihat Aa Gym berikut ini.
Aa Gym menjelaskan sebuah kaidah penting: "Dosa itu bisa narik dosa yang lain."
Ketika seseorang pertama kali melakukan dosa kecil, fitrah hatinya pasti akan menolak. Biasanya ia masih bisa berucap, "Astagfirullah..." Namun, masalah sesungguhnya muncul ketika dosa kecil tersebut dilakukan terus-menerus. Lama-kelamaan hati menjadi kebal, terbiasa, dan akhirnya perbuatan itu tidak lagi dianggap sebagai sebuah dosa. Jika sudah di tahap ini, gradasi (tingkatan) maksiatnya akan semakin meningkat.
Salah satu pintu dosa yang paling dekat dengan keseharian kita saat ini adalah melalui layar handphone. Aa Gym memberikan contoh tentang pandangan kepada lawan jenis yang bukan mahram (aurat).
Awalnya mungkin hanya kebetulan melihat. Namun ketika pandangan itu tidak dijaga, muncul bisikan, "Aduh, ini cakep, ini keren," lalu mulai dinikmati. Dari sekadar melihat sepintas, hawa nafsu akan menuntut lebih, sehingga durasi dan intensitas melihat hal-hal yang tidak pantas (haram) akan semakin meningkat dan merusak kejernihan hati.
Proses yang bertahap juga terjadi pada orang yang berpacaran. Maksiat besar seperti zina hampir tidak pernah terjadi secara tiba-tiba; setan selalu menggunakan langkah-langkah kecil yang seolah tidak berbahaya.
Aa Gym mencontohkannya dengan sangat apik:
Semua dosa besar selalu dimulai dari dosa kecil yang diremehkan dan dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, Aa Gym mengingatkan sebuah pesan kunci: Orang yang tidak segera bertaubat, kualitas dan kuantitas dosa-dosanya akan terus naik.
Jangan biarkan satu titik noda hitam menutupi seluruh hati kita. Segeralah memohon ampun kepada Allah (beristighfar) setiap kali tergelincir, sekecil apapun dosa itu.
Simak Nasihat Lengkapnya
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa menjaga hati dan pandangan kita, serta memberikan taufik agar kita selalu peka dan takut terhadap dosa, walau sekecil zarrah. Silakan bagikan pengingat ini kepada keluarga dan sahabat tercinta! Agar pengingat ini semakin menancap di hati, mari kita simak langsung nasihat dan penjelasan dari Aa Gym pada video singkat di bawah ini: