Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Pernahkah kita merasa sangat sulit untuk bangun tahajud? Atau mungkin kita sedang berjuang mati-matian meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok, mudah marah, atau dendam, tapi selalu gagal?
Seringkali kita mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk berubah, dan di situlah letak kesalahannya. Dalam sebuah kajiannya yang sangat menyejukkan hati, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengingatkan kita tentang hakikat kelemahan manusia dan satu zikir dahsyat yang bisa membalikkan keadaan hidup kita.
Berikut adalah rangkuman nasihat beliau yang patut kita renungkan bersama.
Langkah pertama untuk berubah adalah dengan mengakui kelemahan kita di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita harus menanamkan kesadaran dalam diri: "Saya lemah, saya tidak berdaya, saya bodoh, dan saya tidak mampu... kecuali Allah yang memampukan."
Tidak ada satu pun kemampuan untuk menjauhi maksiat atau melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah. Oleh karena itu, Aa Gym sangat menekankan pentingnya membaca zikir Hauqalah:
"Laa haula wa laa quwwata illaa billaah" (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah).
Bagi Anda yang sedang berjuang mengendalikan pandangan dari hal yang diharamkan, atau memiliki sifat pemarah, pendendam, emosional, dan mudah sakit hati—bacalah Laa haula wa laa quwwata illaa billaah dengan penuh keyakinan.
Bahkan, bagi para perokok yang merasa sangat sulit untuk berhenti, Aa Gym menyarankan untuk membaca zikir ini. Yakinkan dalam hati bahwa hanya Allah yang bisa menghentikan keinginan maksiat tersebut. Kehilangannya keburukan dari diri kita murni karena penjagaan dari Allah, bukan karena kehebatan kita.
Aa Gym menceritakan sebuah kisah nyata yang sangat inspiratif dari Timur Tengah tentang kekuatan rahmat Allah.
Ada seorang pemuda yang dikenal jauh dari agama dan merupakan seorang pemabuk berat. Suatu hari, ia bangun tidur dan bersiap untuk kembali mabuk. Ia pun pergi ke warung untuk mencari makanan ganjal perut sebelum menenggak minuman keras.
Namun di tengah jalan, di musim yang sangat dingin, ia melihat seekor anak anjing yang sedang menggigil kedinginan. Timbul rasa kasihan yang amat sangat di dalam hatinya. Pemuda ini pun membatalkan niat awalnya. Uang yang tadinya disiapkan, ia belikan makanan dan susu untuk anak anjing tersebut. Sesampainya di rumah, anjing itu ia selimuti dan ia beri minum susu hingga tertidur. Pemuda itu pun ikut tertidur.
Hal menakjubkan terjadi ketika pemuda itu terbangun. Tiba-tiba saja, keinginannya untuk mabuk hilang sama sekali tak berbekas!
Mengapa demikian? Karena Allah melihat ada kasih sayang di hati pemuda itu kepada makhluk yang lemah. “Irhamu man fil ardh, yarhamkum man fis sama” (Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya Yang ada di langit akan menyayangimu). Allah mengubah hatinya dan mencabut keinginan maksiatnya secara mutlak.
Bukan hanya urusan meninggalkan maksiat, urusan ketaatan pun demikian. Kita tidak akan bisa salat, tahajud, mengaji, menghafal Al-Qur'an, bersedekah, atau hadir ke majelis taklim tanpa pertolongan Allah.
Bayangkan, saat hujan lebat, angin besar, harga BBM naik, jalanan macet—secara logika rasanya malas sekali melangkah ke majelis ilmu. Namun, jika Allah sudah menolong dan menggerakkan hati, berdesak-desakan di basement masjid pun akan terasa ringan. Sebaliknya, tanpa pertolongan Allah, langkah kita akan terasa sangat berat.
Pelajaran berharga dari nasihat ini membawa kita pada dua sikap penting:
Simak Penjelasan Lengkapnya
Penjelasan di atas hanyalah sekelumit hikmah dari lautan ilmu yang disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa membimbing hati kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk terus taat kepada-Nya. Jangan lupa bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat!
Agar kita mendapatkan pemahaman yang utuh, lebih meresap ke dalam hati, dan mendapat keberkahan, mari kita simak nasihat lengkap beliau melalui video di bawah ini: