Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Ketika musibah datang menghampiri—entah itu berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, masalah keuangan, atau didzalimi oleh orang lain—apa kalimat pertama yang biasanya terlintas di benak kita?
Seringkali, tanpa sadar kita mengeluh dan memprotes langit: "Kenapa harus saya, Ya Allah? Kenapa Kau biarkan orang itu mendzalimi saya? Apa salah saya?"
Mengeluh memang sifat dasar manusia. Namun, dalam sebuah nasihatnya yang sangat menohok, Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan kita bahwa memprotes ujian Allah adalah sebuah kesia-siaan. Alih-alih berkeluh kesah, ada cara yang jauh lebih elegan dan diridhai Allah untuk melewati badai kehidupan. Mari kita renungkan Tadzkirah berikut ini.
Untuk menggambarkan betapa kelirunya sikap kita yang sering protes saat diberi masalah, Ustadz Khalid Basalamah memberikan sebuah analogi yang sangat cerdas dan logis.
Bayangkan Anda adalah seorang siswa yang sedang duduk di bangku sekolah. Saat ujian tiba, sang guru membagikan lembar soal. Bukannya fokus mencari jawaban, Anda malah berdiri dan memarahi sang guru: "Pak Guru, kenapa soalnya susah sekali?! Kenapa saya diberi soal ini?!"
Tentu sang guru tidak akan mempedulikan protes Anda. Ia akan menjawab: "Namanya juga ujian. Harusnya kamu belajar supaya bisa menjawab, bukan malah marah-marah pada soalnya."
Begitulah rasionalnya hidup ini. Allah adalah "Sang Guru" yang sedang menguji kapasitas keimanan kita. Memprotes takdir tidak akan membuat ujian itu batal, justru hanya akan membuat kita gagal dan tidak naik kelas.
Lalu, bagaimana seharusnya sikap seorang mukmin sejati? Ustadz Khalid Basalamah berpesan: Jangan musuhi ujian tersebut, tapi tunggangilah ujian itu.
Jadikan rasa sakit, rasa sedih, dan rasa kehilangan yang Anda alami hari ini sebagai "kendaraan" untuk melesat mendekat kepada Allah. Saat manusia diuji, hatinya akan menjadi lembut, egonya runtuh, dan doanya menjadi jauh lebih khusyuk. Di titik terendah itulah, rahmat dan cinta Allah sangat mudah untuk diraih.
Daripada membuang energi untuk berkeluh kesah, Ustadz Khalid mengajarkan sebuah kalimat doa dan ikrar (mindset) yang sangat luar biasa saat kita sedang ditimpa masalah berat.
Ucapkanlah di dalam hati:
Ya Allah, sebagaimana Kau uji saya, saya terima ujian-Mu ini, Ya Allah. Tapi tolong, mampukan hamba-Mu ini untuk melaluinya.
Kalimat ini menunjukkan dua hal: Penerimaan total terhadap ketetapan Allah, sekaligus pengakuan akan kelemahan diri sehingga kita sangat memohon kekuatan dari-Nya.
Tadzkirah ini mengingatkan kita untuk mengubah cara pandang terhadap masalah. Mulai detik ini, buang jauh-jauh pertanyaan "Kenapa Ya Allah?" dari lisan kita.
Terimalah lembar soal ujian kehidupan Anda. Fokuslah pada bagaimana cara menjawabnya dengan kesabaran, shalat, dan ikhtiar yang halal, agar kelak Allah memberikan kita "nilai sempurna" di akhirat.
Simak Nasihat Selengkapnya
Agar analogi dan pesan ini semakin menancap di hati kita, mari kita dengarkan langsung penjelasan dari Ustadz Khalid Basalamah melalui cuplikan video berikut ini:
Semoga Allah melembutkan hati kita untuk senantiasa ridha terhadap segala ketetapan-Nya, baik yang terasa manis maupun yang terasa pahit. Silakan bagikan pengingat ini kepada saudara kita yang mungkin sedang diuji dengan cobaan yang berat!