Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Pernahkah Anda berada di suatu fase kehidupan di mana ujian terasa begitu berat dan gelap? Bisnis yang hancur, kehilangan orang tercinta, atau masalah yang datang bertubi-tubi hingga membuat Anda merasa sendirian.
Di saat-saat seperti itu, setan sering kali membisikkan prasangka buruk: "Allah sudah marah padamu," atau "Allah telah meninggalkanmu."
Jika hati Anda sedang merasakan keputusasaan itu hari ini, Ustadz Adi Hidayat memiliki sebuah pesan cinta dari Al-Qur'an yang sangat menyentuh. Pesan ini bukan sekadar kalimat penenang, melainkan sumpah langsung dari Sang Pencipta untuk menata kembali hati kita yang hancur.
Ketika sedang diuji, Ustadz Adi Hidayat menyarankan kita untuk membaca dan meresapi Surat Ad-Dhuha. Dalam surat ini, Allah bersumpah dengan dua waktu yang saling bertolak belakang:
Sumpah ini adalah sebuah analogi kehidupan yang sangat indah. Allah seolah mengingatkan kita tentang segala kenikmatan, kesuksesan, dan kebahagiaan masa lalu yang pernah kita rasakan (cahaya dhuha). Namun, siklus hidup pasti berputar. Ada kalanya kita harus melewati fase kesulitan, kesedihan, dan kebuntuan, layaknya malam yang gelap dan sunyi.
Di sinilah letak teguran halus (Tadzkirah) untuk kelemahan jiwa kita. Manusia sering kali memiliki memori yang pendek terhadap kebaikan.
Ustadz Adi Hidayat mengajak kita merenung: "Apakah karena satu persoalan yang saat ini engkau alami, engkau lupa dengan kesenangan yang telah engkau dapatkan di masa lalu? Apakah karena satu kekurangan saat ini, menjadikan engkau pesimis, padahal dulu banyak kebaikan yang telah engkau raih?"
Sangat tidak adil bagi diri kita sendiri jika satu episode kegagalan hari ini membuat kita mengutuk kehidupan dan merasa menjadi manusia paling sial, sementara belasan tahun sebelumnya Allah selalu memberikan kemudahan yang tak terhitung jumlahnya.
Setelah mengingatkan kita akan hakikat kehidupan yang silih berganti, Allah menurunkan kalimat pamungkas yang menjadi pelipur lara terbesar bagi hati yang sedang berduka, pada ayat ketiga:
"Ma wadda'aka rabbuka wa ma qala" (Tuhanmu tidak meninggalkan engkau, dan tidak pula benci kepadamu).
Yakinkan pada relung hati Anda yang paling dalam, bahwa Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Dalam suka maupun duka, dalam keadaan sehat maupun sakit, saat Anda sedang berjaya di atas maupun sedang tersungkur menangis di malam yang gelap—Allah selalu ada di sana, membersamai dan mengawasi Anda.
Jika Allah saja berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, lalu alasan apa lagi yang membuat kita terus terpuruk dalam kesedihan?
Seperti kalimat relatable yang diucapkan UAH di akhir nasihatnya: "Ayo, Move On!" Bangkitlah dari kesedihan. Hapus air mata Anda, tatap kembali masa depan, dan melangkahlah dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan Penguasa Semesta Alam sedang menggenggam tangan Anda melewati ujian ini.
Simak Nasihat Selengkapnya
Agar hati Anda semakin tenang dan keyakinan Anda semakin kuat, mari kita resapi penjelasan langsung dari Ustadz Adi Hidayat melalui cuplikan video berikut ini:
Semoga ayat cinta dari Allah ini bisa menjadi penyembuh luka bagi siapa saja yang membacanya. Jangan biarkan kebaikan ini berhenti di Anda, bagikan artikel ini untuk menguatkan sahabat atau kerabat yang sedang berjuang di titik terendahnya!