Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Pernahkah Anda sulit tidur karena isi kepala yang terlalu berisik? Kita sibuk memikirkan hari esok: "Gimana ya kalau bulan depan bisnis sepi? Gimana kalau nanti saya tiba-tiba sakit? Nanti kalau saya meninggal, nasib anak-anak gimana?"
Sadar atau tidak, kita sering kali merasa kelelahan, padahal kita belum melakukan apa-apa. Kita lelah karena pikiran kita sendiri.
Dalam sebuah nasihatnya yang sangat relatable, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) memberikan teguran halus bagi kita yang sering terjebak dalam jebakan overthinking. Mari kita renungkan Tadzkirah berikut ini agar hati dan pikiran kita kembali bisa bernapas lega.
Hal pertama yang harus kita sadari adalah: sebagian besar ketakutan kita tidak pernah benar-benar terjadi.
Aa Gym memberikan pertanyaan yang sangat logis: "Kenapa kita harus membebani diri kita dengan sesuatu yang belum terjadi? Itu kan cuma bayangan, cuma pikiran."
Seringkali, masalah yang sebenarnya berukuran kecil, menjadi raksasa yang menakutkan karena imajinasi liar kita sendiri. Kita menghukum dan menyiksa diri kita hari ini, untuk sebuah bayangan buruk di masa depan yang bahkan belum tentu Allah takdirkan terjadi.
Mendengar hal ini, mungkin ada yang protes, "Berarti kita nggak boleh mikirin masa depan dong?"
Tentu saja boleh! Aa Gym menegaskan bahwa memikirkan dan mempersiapkan masa depan itu harus. Kita wajib menabung, merencanakan pendidikan anak, atau menyiapkan rencana bisnis.
Namun, ada batas tegas yang tidak boleh dilewati: Kita tidak boleh tersiksa oleh apa yang belum terjadi. Mempersiapkan masa depan adalah bentuk ikhtiar (akal), sedangkan ketakutan yang menyiksa adalah bentuk hilangnya tawakal (penyakit hati).
Aa Gym memberikan contoh ketakutan yang sering menghantui orang tua: "Aduh gimana ya kalau saya meninggal, nanti yang ngubur siapa? Anak-anak saya nasibnya gimana?"
Dengan gaya khasnya yang santai, Aa Gym menjawab, "Kalau kita meninggal ya dikubur. Nanti yang ngubur siapa? Capek-capek mikirin itu! Anak-anak sekarang ada, yang punya (Allah) juga ada."
Berhentilah memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali kita. Allah yang menghidupkan anak-anak kita, maka Allah pulalah yang akan menjamin rezeki dan jalan hidup mereka, baik saat kita masih hidup maupun saat kita sudah tiada.
Lalu, bagaimana cara menghentikan overthinking? Fokuslah pada "hari ini" atau present moment.
Jadilah orang yang mensyukuri segala nikmat yang ada di detik ini, dan bersabarlah dengan ujian yang sedang dihadapi hari ini. Tidak usah melompat terlalu jauh ke masa depan.
Aa Gym mengingatkan janji Allah: "Lain syakartum la'aziidannakum" (Jika kalian bersyukur, pasti akan Ku-tambah nikmat-Ku). Jika hari ini kita sibuk bersyukur, maka nikmat hari ini akan terasa lezat, dan jaminan masa depan yang lebih baik akan langsung diurus oleh Allah.
Tadzkirah ini adalah alarm bagi pikiran kita. Jika Anda sedang cemas, tarik napas dalam-dalam. Kembalikan kesadaran Anda ke hari ini.
Jangan biarkan diri Anda hancur oleh ilusi dan ketakutan yang Anda ciptakan sendiri. Lakukan yang terbaik hari ini, syukuri apa yang ada hari ini, dan biarkan Allah yang mengurus hari esok.
Simak Nasihat Selengkapnya
Agar pikiran kita semakin jernih dan tidak mudah dikalahkan oleh rasa cemas, mari kita simak langsung nasihat menenangkan dari Aa Gym melalui video berikut ini:
Semoga Allah mengaruniakan kita hati yang tenang dan pikiran yang bersih dari kecemasan yang sia-sia. Silakan bagikan artikel ini jika Anda merasa ada kerabat yang sedang kelelahan karena overthinking!