Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Pernahkah kita mengeluh kepada Allah saat ujian dan masalah datang silih berganti seolah tiada henti? Kita sering kali bertanya-tanya, "Ya Allah, mengapa hidup ini terasa begitu berat dan penuh krisis?"
Fitrah manusia memang selalu ingin lari dari kesulitan dan mencari zona nyaman. Namun, tahukah kita bahwa zona nyaman justru adalah tempat di mana potensi manusia mati secara perlahan?
Dalam sebuah penjelasannya yang sangat relatable dan unik, Ustadz Felix Siauw membedah mengapa Allah senantiasa memberikan kita ujian dan krisis. Mari kita renungkan Tadzkirah berikut ini agar kita tidak lagi memandang masalah sebagai sebuah kutukan.
Ustadz Felix Siauw meminjam sebuah kutipan populer yang juga sangat tergambar dalam kisah-kisah fiksi kepahlawanan, seperti karakter Son Goku dalam serial Dragon Ball.
Ada sebuah prinsip unik yang disebut Super Saiyan: Ketika seorang pahlawan diserang, terluka parah, dan dihempaskan hingga ke jurang kematian—tapi ia tidak mati dan berhasil bertahan—maka ketika ia bangkit, kekuatannya akan berlipat ganda jauh lebih besar dari sebelumnya.
"If it doesn't kill you, it makes you stronger" (Apa pun yang tidak membunuhmu, akan membuatmu menjadi lebih kuat). Ternyata, analogi ini adalah gambaran yang sangat akurat tentang bagaimana cara kerja penciptaan jiwa manusia.
Kita sering berharap agar hidup ini mulus tanpa masalah. Padahal kata Ustadz Felix, "Manusia harus senantiasa dalam keadaan krisis untuk bisa berkembang."
Otot tubuh kita tidak akan membesar dan kuat jika tidak diberi beban (diancam dengan krisis berupa alat angkat beban yang berat). Begitu pula dengan mental, jiwa, dan keimanan kita. Kapasitas kesabaran, kebijaksanaan, dan kedewasaan kita hanya bisa melar dan membesar saat kita ditekan oleh kesulitan, kebangkrutan, pengkhianatan, atau rasa kehilangan.
Krisis adalah cara Allah untuk "memaksa" potensi terbaik di dalam diri kita agar keluar.
Namun, krisis hanyalah sebuah pemicu. Hasil akhirnya sangat bergantung pada bagaimana kita mengendalikan diri saat badai itu datang. Ustadz Felix memberikan dua pilihan jalan yang pasti akan dilalui manusia saat menghadapi ujian:
Tadzkirah ini adalah pengingat agar kita berhenti memusuhi masalah. Pahami bahwa sebuah tantangan (challenge) itu sangat diperlukan dalam kehidupan.
Jika hari ini Anda sedang diuji dengan krisis yang sangat berat, hingga rasanya dada ini ingin meledak, bertahanlah. Jangan menyerah. Selama ujian itu tidak membunuh Anda, percayalah, Allah sedang mempersiapkan versi diri Anda yang jauh lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia di masa depan.
Simak Penjelasan Selengkapnya
Agar perspektif kita tentang ujian hidup menjadi lebih terbuka, mari kita simak analogi menarik dari Ustadz Felix Siauw melalui cuplikan video berikut ini:
Semoga Allah mengaruniakan kita hati yang kuat dan tidak mudah hancur saat dilanda badai krisis kehidupan. Bagikan artikel ini untuk menguatkan mental sahabat kita yang sedang berjuang hari ini!