Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Pernahkah Anda merasa sangat kelelahan karena harus terus-menerus mengklarifikasi setiap ucapan atau tindakan Anda? Kita merasa harus meluruskan setiap kesalahpahaman dan membalas setiap penilaian buruk orang lain. Kita takut dibenci, dan kita ingin semua orang memahami maksud baik kita.
Namun, semakin kita mencoba menjelaskan, semakin kita merasa lelah dan terkuras energinya.
Ustaz Sonny Abi Kim memberikan sebuah insight yang sangat menenangkan. Beliau mengingatkan kita bahwa salah satu tanda kedewasaan adalah ketika kita bisa berhenti dari kebiasaan "menjelaskan diri" kepada semua orang. Mari kita renungkan Tadzkirah berikut ini.
Ustaz Sonny Abi Kim membuka nasihatnya dengan kalimat yang sangat melegakan: "Semakin dewasa kita, semakin sadar bahwa tidak semua hal harus dijelaskan, tidak semua kesalahpahaman harus diluruskan, dan tidak semua penilaian harus dibantah."
Seringkali kita merasa punya tanggung jawab untuk memperbaiki pandangan setiap orang terhadap diri kita. Padahal, kita tidak punya kontrol atas isi kepala orang lain. Membantah setiap omongan negatif hanya akan membuang-buang waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk hal yang lebih produktif.
Kenapa kita tidak perlu menjelaskan semuanya? Ustaz Sonny memberikan alasan yang sangat masuk akal:
"Karena ada orang yang memang ingin memahami, tapi ada orang yang sudah memutuskan untuk 'tidak'."
Ini adalah fakta kehidupan. Jika seseorang memang dari awal membenci atau tidak menyukai Anda, penjelasan paling logis dan jujur sekalipun tidak akan mengubah pandangan mereka. Mereka hanya akan mencari celah lain untuk menyalahkan Anda. Sebaliknya, orang yang benar-benar peduli dan percaya pada Anda, seringkali tidak butuh penjelasan yang bertele-tele.
Hidup ini terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk "berdebat" dengan penilaian orang.
Ustaz Sonny berpesan, "Jangan habiskan energi kita untuk meyakinkan semua orang. Simpan tenaga kita untuk menjalani hidup dengan baik."
Energi yang kita gunakan untuk khawatir, overthinking, dan mencoba menyenangkan semua orang (people pleasing) bisa kita alihkan untuk memperbaiki diri, beribadah, atau membahagiakan orang-orang yang memang mencintai kita apa adanya. Biarkan tindakan dan akhlak kita yang berbicara, bukan sekadar klarifikasi dari lisan kita.
Tadzkirah ini adalah pengingat agar kita lebih berani melepaskan beban yang tidak perlu kita pikul. Biarkan saja orang-orang dengan prasangka mereka. Tugas kita di dunia ini adalah mencari ridha Allah, bukan mencari tepuk tangan manusia.
"Karena ketenangan itu sering datang saat kita berhenti menjelaskan kepada dunia."
Simak Pesan Selengkapnya
Agar hati kita semakin lapang dan kuat dalam menghadapi nyinyiran dunia, mari kita simak langsung pesan menenangkan dari Ustaz Sonny Abi Kim di video singkat ini:
Semoga setelah mendengar pesan ini, kita bisa lebih santai dan tidak lagi overthinking dengan penilaian orang lain. Jika tulisan ini terasa pas dengan apa yang Anda alami hari ini, silakan bagikan ke teman atau kerabat Anda!