Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Kita pasti pernah membuat rencana yang sangat matang. Entah itu rencana soal karir, target keuangan, atau rencana menikah dengan seseorang yang sudah lama kita kenal. Kita sudah menghitung semuanya dengan pas dan merasa yakin 100% ini akan berhasil.
Tapi kenyataannya, rencana itu hancur berantakan.
Di saat seperti ini, rasa kecewa dan patah hati sangat wajar terjadi. Namun, sebelum kekecewaan itu berubah menjadi rasa putus asa, Ustadz Sonny Abi Kim punya satu pesan singkat yang sangat menenangkan tentang bagaimana kita seharusnya menyikapi sebuah kegagalan atau kehilangan.
Hal pertama yang sering membuat kita sedih adalah ketika kita dijauhkan dari sesuatu yang sangat kita inginkan. Rasanya sakit karena kita merasa itulah yang terbaik untuk kita.
Ustadz Sonny Abi Kim mengingatkan, "Terkadang kita dijauhkan dari sesuatu karena Allah ingin memberikan kita yang lebih baik."
Sebagai manusia, pandangan kita sangat terbatas. Kita hanya melihat apa yang ada di depan mata. Sementara Allah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi, pekerjaan atau seseorang yang sangat kita inginkan itu justru akan membawa keburukan di kemudian hari. Jadi, saat Allah menjauhkan kita dari sesuatu, itu bukanlah hukuman, melainkan cara Allah melindungi kita.
Pesan kunci dari Ustadz Sonny Abi Kim ada di bagian ini: "Sehebat apa pun kita merencanakan sesuatu, tetaplah sisakan ruang di hati..."
Ini adalah cara paling masuk akal untuk menjaga kewarasan mental kita. Silakan buat rencana sehebat dan sedetail mungkin. Bekerja keraslah untuk mewujudkannya. Tapi ingat, jangan pernah menaruh harapan 100% pada rencana tersebut. Jangan berikan seluruh kapasitas hatimu untuk urusan dunia.
Kalau kita menaruh 100% harapan pada sebuah rencana, maka ketika rencana itu meleset, hati kita akan hancur 100%.
Lalu, untuk apa sisa ruang di hati itu disiapkan?
Ustadz Sonny Abi Kim melanjutkan, "...lalu kemudian kita isi ruang itu dengan tawakal kepada Allah."
Ruang kosong di hati itulah yang akan menjadi shock absorber (peredam kejut) saat ekspektasi kita tidak sejalan dengan realita. Ruang itu berisi kesadaran bahwa kita hanyalah manusia biasa, sedangkan hasil akhirnya mutlak milik Allah.
Dengan adanya tawakal di dalam hati, kita akan lebih mudah menerima kenyataan. Kita bisa berkata pada diri sendiri: "Ya sudah, saya sudah berusaha maksimal. Kalau memang tidak rezeki, pasti Allah ganti dengan yang lebih baik."
Tadzkirah ini mengajak kita untuk belajar ikhlas. Tidak semua yang kita rencanakan harus terwujud saat ini juga. Belajarlah untuk mengendalikan ekspektasi. Tetap berusaha yang terbaik, tapi biarkan Allah yang menentukan garis finish-nya.
Simak Pesan Selengkapnya
Bagi Anda yang sedang merasa sedih karena rencana yang tertunda atau harapan yang pupus, mari dengarkan langsung pesan menenangkan dari Ustadz Sonny Abi Kim di video singkat ini:
Semoga setelah mendengar pesan ini, hati kita menjadi lebih lapang dan siap menyambut rencana Allah yang jauh lebih baik. Jika tulisan ini pas dengan perasaan Anda hari ini, silakan bagikan ke teman yang mungkin juga sedang butuh dikuatkan.