Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Pernahkah kita bertanya-tanya, untuk apa sebenarnya Allah menciptakan kehidupan dan kematian?
Dalam hiruk-pikuk dunia, kita sering kali sibuk mengejar harta, tahta, dan popularitas, seolah-olah itulah tujuan akhir dari penciptaan kita. Kita mengukur kesuksesan dari tingginya jabatan atau banyaknya saldo di rekening bank. Padahal, kacamata Allah dalam menilai hamba-Nya sangatlah jauh dari ukuran-ukuran duniawi tersebut.
Dalam sebuah nasihatnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) membedah hakikat tujuan hidup manusia agar kita tidak salah arah. Mari kita renungkan Tadzkirah berikut ini.
UAS mengingatkan kita pada firman Allah dalam Surah Al-Mulk ayat 2:
"Alladzii khalaqal-mauta wal-hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalaa..."
(Dialah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya).
Dari ayat ini, jelaslah bahwa hidup adalah sebuah arena ujian. Dan apa yang dinilai oleh Allah? Bukan siapa yang paling tinggi jabatannya. Bukan siapa yang paling banyak hartanya. Allah hanya melihat satu hal: Siapa yang paling baik amalnya (ahsanu ‘amala).
Banyak orang salah kaprah dengan menganggap jabatan dan harta sebagai tujuan hidup. Padahal, keduanya hanyalah alat yang diberikan Allah untuk menguji amal kita.
UAS memberikan rumus yang sangat indah:
Sayangnya, banyak orang yang hartanya banyak dan jabatannya tinggi, namun amalnya buruk. Mereka inilah orang-orang yang tertipu oleh kemegahan dunia yang fana.
Lalu, bagaimana cara kita menjalani hidup agar senantiasa berada dalam naungan rahmat Allah? UAS memberikan rumus siklus hidup yang sangat sederhana namun mencakup seluruh fase kehidupan kita:
Sebagai penutup, UAS mengingatkan kita tentang sebuah amalan ringan yang dampaknya sangat luar biasa: Istighfar.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitannya, memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahannya, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
Jadi, jika hari ini Anda merasa rezeki seret, hidup penuh masalah, atau hati selalu gelisah, cobalah periksa kembali istighfar Anda. Mungkin, ada dosa-dosa yang masih menghalangi turunnya rahmat Allah.
Tadzkirah ini mengingatkan kita untuk selalu mengukur diri. Sudahkah kita menggunakan waktu, harta, dan jabatan yang Allah titipkan untuk mengukir amal terbaik?
Mari jadikan setiap helaan napas kita sebagai ladang amal, dan jadikan istighfar sebagai penghapus setiap khilaf yang kita lakukan.
Simak Nasihat Selengkapnya
Agar hati kita semakin termotivasi untuk terus beramal baik, mari kita dengarkan langsung nasihat penuh hikmah dari Ustadz Abdul Somad melalui video berikut ini:
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan mengumpulkan kita semua di surga-Nya kelak. Jangan lupa bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat kebaikan kepada sesama!