Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Banyak orang mengira bahwa kunci kebahagiaan rumah tangga hanyalah cinta dan kecukupan finansial. Akibatnya, kita mati-matian mengejar materi, membangun rumah yang megah, namun lupa menyertakan Allah di dalamnya.
Hasilnya? Ada pasangan yang hartanya berlimpah, namun setiap hari isinya hanya pertengkaran. Ada keluarga yang tinggal seatap, namun suasana rumah terasa panas dan menyiksa.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Dalam sebuah nasihat yang sangat mendalam, Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengingatkan kita tentang satu hal yang menjadi ruh dalam sebuah pernikahan: Keberkahan.
Mari kita renungkan Tadzkirah berikut ini untuk menata kembali pondasi rumah tangga kita.
Mulailah hidup ini dengan Bismillah dan mintalah keberkahan. Inilah alasan mengapa Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang sangat spesifik ketika ada orang yang baru menikah. Beliau tidak mengajarkan ucapan "Semoga bahagia selalu", melainkan mendoakan keberkahan:
“Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jama’a bainakumaa fii khoir.”
(Semoga Allah memberkahimu dalam keadaan suka, memberkahimu dalam keadaan duka, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan).
Doa ini adalah pondasi. Suami istri didoakan agar selalu diberkahi oleh Allah, apa pun kondisi ekonomi dan masalah yang akan mereka hadapi ke depannya.
Seringkali kita mengucapkan kata "berkah", tapi tidak paham esensinya. Ustadz Syafiq menjelaskan dengan sangat indah: "Keberkahan adalah kebaikan yang tumbuh berkembang, dan tidak ada habisnya."
Rezeki yang berkah, walau jumlahnya sedikit, akan cukup untuk membahagiakan keluarga. Keluarga yang berkah akan melahirkan anak-anak yang saleh dan salehah. Keberkahan adalah saat kebaikan di dalam rumah terus bertambah seiring berjalannya waktu, membuat suami istri semakin taat kepada Allah.
Coba perhatikan ujung dari doa pernikahan di atas: "...dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan."
Ustadz Syafiq memberikan teguran yang menohok. Ternyata, tidak semua orang yang dikumpulkan dalam satu rumah itu berada dalam kebaikan. "Ada orang yang kumpul, tapi rumah tangganya seperti neraka," tegas beliau.
Itulah wujud hilangnya keberkahan. Mereka tidur di ranjang yang sama, makan di meja yang sama, namun diselimuti kesengsaraan, kebencian, dan jauh dari agama. Kumpulnya mereka justru menjadi jalan menuju dosa.
Bagaimana cara agar keberkahan itu hadir dan rumah tangga terhindar dari suasana "neraka"? Jawabannya adalah dengan saling mendoakan.
Jangan hanya menuntut pasangan untuk berubah. Jangan hanya memarahi anak yang sulit diatur. Gunakan "alat utama" yang Allah berikan kepada kita: DOA.
Doakan suami Anda, doakan istri Anda, doakan anak-anak Anda di sepertiga malam terakhir. Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberikan jaminan pasti dalam Al-Qur'an: "Ud'uunii astajib lakum" (Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu).
Tadzkirah ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan keluarga tidak berjalan dengan sistem autopilot. Ia butuh bahan bakar bernama keberkahan yang harus dijemput dengan doa.
Jika hari ini rumah tangga Anda sedang terasa hambar, panas, atau penuh masalah, berhentilah sejenak. Mungkin Anda dan pasangan sudah lama tidak duduk bersama, memohon ampun, dan meminta keberkahan kepada Sang Pemilik Hati.
Simak Nasihat Selengkapnya
Agar hati kita semakin terpaut pada rahmat Allah dalam membina keluarga, mari simak penjelasan utuh nan menyejukkan dari Ustadz Syafiq Riza Basalamah melalui video berikut ini:
Semoga Allah merahmati rumah tangga kita, memberikan pasangan dan keturunan yang menyejukkan pandangan mata, serta mengumpulkan kita semua kelak di surga-Nya. Silakan bagikan pengingat ini kepada pasangan atau sahabat Anda!