Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Setiap hari kita bangun pagi dan pulang larut malam untuk satu tujuan: mengejar materi. Di alam bawah sadar kita, kita sering menetapkan "menjadi kaya raya" atau "sukses secara finansial" sebagai goal (tujuan) utama dalam hidup. Kita mengira, dengan menjadi kaya, semua masalah akan selesai dan kita akan hidup tenang.
Namun, benarkah demikian? Berapa banyak orang yang hartanya melimpah namun hidupnya dipenuhi ketakutan dan tidak bisa tidur nyenyak?
Dalam sebuah nasihatnya, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak kita untuk mengkalibrasi ulang arah hidup kita. Ternyata, goal hidup seorang mukmin bukanlah menjadi orang kaya. Lalu, apa yang seharusnya kita kejar? Mari kita renungkan Tadzkirah berikut ini.
Aa Gym memberikan sebuah pandangan yang memutarbalikkan logika duniawi kita. Beliau berpesan: "Kalau mau punya gol (tujuan) dalam hidup ini, bukan jadi orang kaya dunia, tapi menjadi orang yang yakin kepada Allah."
Mengapa keyakinan (Yakin) jauh lebih penting daripada kekayaan?
Kekayaan bisa hilang dalam semalam. Namun, jika seseorang sudah memiliki keyakinan yang utuh kepada Allah, ia akan mendapatkan segala yang terbaik dalam hidupnya. Tidak ada lagi ruang untuk keraguan, keputusasaan, atau ketakutan akan masa depan. Hatinya kaya, tak peduli berapapun isi saldo di rekeningnya.
Untuk mengukur sejauh mana level keyakinan kita, Aa Gym membagi cara pandang manusia terhadap rezeki menjadi tiga tingkatan:
Level 1: Sibuk Takut Tidak Kebagian (Fase Pemula)
Ini adalah fase orang yang baru mengenal Islam atau lemah imannya. Hidupnya selalu dipenuhi rasa cemas. Ia takut tersaingi, takut jatah rezekinya diambil orang, dan takut jatuh miskin. Akhirnya, ia menghalalkan segala cara (bahkan menabrak syariat) demi mengejar dunia.
Level 2: Takut Rezekinya Tidak Berkah (Fase Percaya)
Di fase ini, keimanannya sudah mulai naik. Ia percaya bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah. Ketakutannya bukan lagi pada "dapat atau tidak", melainkan takut jika rezeki yang ia dapatkan adalah harta yang tidak berkah atau bercampur dengan yang haram.
Level 3: Tidak Lagi Pusing Memikirkan Rezeki (Fase Yakin)
Inilah level tertinggi yang harus menjadi goal hidup kita. Orang di level ini sudah berhenti merisaukan urusan rezeki. Mengapa? Karena hatinya sudah yakin 100% bahwa selagi ia bernapas, rezekinya pasti ada dan dijamin oleh Allah. Ia tetap berikhtiar dan bekerja keras, tapi hatinya sama sekali tidak bergantung pada pekerjaannya, melainkan bergantung penuh kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.
Apa hadiah dari Allah bagi orang yang sudah sampai di "Fase Yakin"? Keajaiban terjadi.
Kita selama ini kelelahan karena selalu berusaha mengejar rezeki. Padahal Aa Gym bersumpah, "Demi Allah, rezeki itu bakal ngejar."
Ketika kita melepaskan ketertarikan hati pada dunia dan hanya menggantungkan harapan kepada Allah, maka dunia yang akan tunduk dan berlari mengejar kita. Orang yang yakin kepada Allah tidak perlu berlari terengah-engah mencari dunia, karena dunia telah diperintahkan oleh Allah untuk melayaninya.
Tadzkirah ini adalah undangan bagi kita untuk berhenti sejenak dari kepenatan dunia. Evaluasi kembali isi hati kita: Kita sedang berada di level mana hari ini? Apakah masih sering cemas takut tidak makan esok hari?
Mari ubah goal hidup kita. Berhentilah sekadar ingin menjadi kaya, dan mulailah memohon kepada Allah agar dikaruniai hati yang dipenuhi keyakinan (Tawakal) yang paripurna.
Simak Nasihat Selengkapnya
Agar keimanan dan keyakinan kita semakin kuat tertancap di dalam dada, mari resapi langsung nasihat dari Aa Gym melalui video singkat berikut ini:
Semoga Allah mengaruniakan kita rezeki keyakinan yang membuat hati ini tenang dalam menghadapi kerasnya dunia. Jangan ragu membagikan artikel ini jika Anda merasa ada sahabat yang sedang lelah memikirkan urusan rezekinya!