Menyelaraskan data dan preferensi Anda...
Jika boleh memilih, hampir semua dari kita pasti menginginkan jalan hidup yang mulus. Rezeki lancar, keluarga harmonis, tubuh selalu sehat, dan karir terus menanjak tanpa hambatan. Kita selalu mendamba-dambakan hidup yang nyaman terus.
Namun, pernahkah kita merenung, apakah mungkin kehidupan di dunia ini didesain tanpa masalah?
Dalam sebuah kajiannya, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) memberikan sebuah teguran yang sangat logis dan menohok hati kita. Beliau mengingatkan tentang hakikat kehidupan yang sesungguhnya dan satu kesalahpahaman besar kita tentang definisi "ujian".
Mari kita luangkan waktu sejenak untuk bermuhasabah.
Aa Gym membuka penjelasannya dengan sebuah realita yang harus kita terima: "Kalau kita hidup ingin nyaman terus, tidak mungkin."
Mengapa tidak mungkin? Karena dunia ini bukanlah surga tempat beristirahat. Secara sederhana, Aa Gym mengibaratkan bahwa hidup ini hanyalah masa menunggu mati. Dan selama masa penantian itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mendesain dunia sebagai tempat ujian.
Setelah waktu tunggu itu habis (maut menjemput), barulah segala ujian tersebut dinilai dan dibalas dengan sempurna oleh Allah.
Ada satu kekeliruan fatal yang sering kita lakukan. Kita sering menganggap bahwa ujian itu hanya datang saat kita sedang susah. Sakit, miskin, dihina, ditipu orang, atau di-PHK—itu semua kita sebut ujian. Lalu, bagaimana dengan saat kita sehat, dipuji, dihormati, dan kaya raya?
Aa Gym menegaskan, "Yang enak juga ujian!"
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surah Al-Anbiya ayat 35:
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."
Senang dan susah, dipuji dan dicaci, lapang dan sempit, sehat dan sakit—kedua sisi tersebut sama-sama merupakan soal ujian dari Allah. Seringkali, kita merasa lulus saat diuji kesabaran dengan musibah, namun justru gagal total saat diuji rasa syukur dengan kenikmatan dan jabatan.
Lalu, bagaimana kita tahu apakah kita lulus atau gagal dalam menghadapi kemudahan maupun kesulitan hidup?
Aa Gym memberikan satu rumus yang sangat sederhana namun tajam: "Lulusnya itu adalah ketika kita semakin dekat dengan Allah."
Apapun kejadian yang menimpa kita—baik atau buruk, disukai atau dibenci—jika kejadian itu membuat jarak kita semakin jauh dari Allah, maka di situlah letak kerugian yang sesungguhnya.
Tadzkirah ini mengingatkan kita untuk berhenti menuntut hidup yang sempurna tanpa masalah. Berhentilah mengeluh saat diuji dengan kesusahan, dan berhentilah menyombongkan diri saat diuji dengan kemudahan.
Fokuslah pada satu hal: Apakah kondisiku hari ini membuatku semakin dekat dengan Sang Pencipta?
Simak Nasihat Selengkapnya
Agar hati kita semakin tenang dan tidak mudah goyah dalam menghadapi ombak kehidupan, mari kita dengarkan langsung nasihat dari Aa Gym melalui video singkat berikut ini:
Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa membimbing hati kita agar selalu lulus dalam menghadapi ujian keburukan maupun ujian kebaikan. Jangan lupa bagikan pengingat ini kepada orang-orang yang Anda sayangi!